Monday, December 22, 2014

Edisi spesial Hari Ibu

           Hari ini ibu! Teman-teman udah kasih cokelat untuk ibu masing-masing? Sejujurnya, saya bukan tipe anak romantis yang ngasih kado untuk mamak sewaktu mamak ulang tahun atau pada tanggal-tanggal seperti hari ini. Mamak pun bukan tipe mamak romantis yang akan sedih kalau nggak diucapin selamat ulang tahun atau selamat hari ibu. Tapi entah mengapa hari ini saya mencoba menjadi anak romantis yang ngasih cokelat dan surat untuk mamak. Mamak pecinta cokelat. Setiap saya pulang dari Banda Aceh, pasti mamak minta dibawain Socolate (cokelat dari aceh yang super enak!!!!!) yang banyak. Ternyata saya bukan satu-satunya anak mamak yang romantis, Fitri Tarina Suri si bungsu juga sudah nyiapin surat untuk mamak. Akhirnya kami ngerjain bungkus membungkus berdua.
Dalam surat, saya menulis bahwa aksi memberi cokelat bukan aksi membayar jasa. Karena jasa mamak nggak akan bisa saya bayar kan? Beliau mengorbankan banyak hal untuk kita. Bahkan nyawa pun bersedia mereka pertaruhkan. Setelah saya fikir-fikit, semua ibu, bukan hanya ibu manusia. Tapi juga ibu-ibu para binatang.
          Mari kita lihat nyamuk. Tau dong kalau nyamuk yang nyebelin dan gigitin kalian itu nyamuk betina? Nyamuk betina perlu darah untuk menghangatkan telur-telurnya. Ibu para nyamuk pun bersedia mengambil resiko di semprot baygon, kena asap obat nyamuk, disetrum racket, dipenyetin dan di pukul hingga remuk oleh tangan manusia. Dengan kata lain ibu nyamuk juga mengorbankan nyawa untuk anak-anaknya. Sewaktu saya kecil dulu, nenek sering bercerita tentang binatang-binatang yang bisa bicara. Salah satu ceritanya tentang ibu nyamuk yang pamit ke anaknya. Si ibu bilang, "meunyoe meutampih hana ku dom. Meunyo meuseumpom hana ku wo" nyamuk tadi baru berbicara bahasa aceh. Ketika bertemu nyamuk luar negeri, para nyamuk akan menggunakan bahasa nyamuk. Arti dari perkataan si ibu, apabila ibunya selamat dari pukulan manusia, si ibu pulang.
Kalo ibu terbanting (mati) maka dia tidak bisa kembali ke anak-anaknya. Sedih ya rasanya.
Saya nggak bisa membayangkan kalo ibu saya kecelakaan dan nggak ada mengaku, saya mungkin akan gila sebentar.
            Poinnya adalah, ibu dari setiap hal baik manusia atau nyamuk is magical Mungkin mamak kalian bukan penyuka cokelat, atau kalian kurang bisa merangkai kata untuk buat puisi. Itu nggak penting, pastikan kalian menyebut nama beliau dalam setiap doa.
Romantis mana saling mendoakan sama pacar atau sama ibu? Atau 22nya?

Friday, November 7, 2014

Tentang seorang Adik (atau abang kalau kalian tidak punya adik)


          Adalah Akbarul Suri, adik saya yang menyebalkan dan sering berpura-pura jahat. Banyak teman saya yang bilang dia ganteng (dan harus saya akui dia lumayan) tapi bukan itu yg ingin saya ceritakan. Beda usia kami cuma 2 tahun. Hubungan kami sangat dekat dan yang akan saya ceritakan adalah bagaimana saya selalu bisa mengandalkan Akbar untuk segala hal. 
          Akbar bukan si pintar di keluarga. Tapi pada suatu ketika dia sempat menjadi si rapi dan si rajin. Apapun yang ditugaskan untuknya dia kerjakan. Tugas rutin akbar adalah menyusun piring ke rak dan membuang sisa siangan ikan (dan berjuta tugas tidak resmi lainnya seperti "mengambil minum kak lia" dan "mengantar kak lia ke warnet atau rumah teman" dan "meminjamkan cas hp" dan banyak sekali unofficial job lainnya. Akbar mengerjakan kewajibannya sebagai adik dengan sungguh-sungguh. Seiring pertambahan usia kami, Akbar sekarang tentu saja sudah lebih tinggi dari saya, terkadang orang-orang yang tidak tau bahwa kami bersaudara akan beranggapan bahwa kami pasangan telenovela remaja. Terkadang saya sering memanfaatkan itu, seperti yang baru saja saya lakukan. 
          Malam ini saya harus ke warnet untuk mengirim berkas untuk ke singapura. Sudah jam 10 malam ketika akhirnya hujan reda. Baiknya, Akbar bersedia mengantar dan menunggui saya (tanpa rokok) bahkan sampai dia teridur. 
           Peaps, my point is, mungkin kalian mempunyai rasa benci pada saudara kalian. Tapi meskipun begitu, sadar atau pun tidak kita menyayangi saudara kita lebih besar dari yang kita bayangkan. Jangan pernah teman-teman membenci seseorang karena ketika kita membenci orang lain, hati kita akan ingin membenci orang lainnya lagi. Kebencian memang susah sekali dihilangkan. Kalau teman-teman membenci seseorang, hilangkan perasaan itu. Terlebih jika itu saudara kandung kalian. Siapa yang tau kalau suatu saat dia akan sangat sukses dan kalian butuh bantuannya. Diluar itu, membenci seseorang memang tidak baik sih. 
           Tentang Akbarul Suri yang mirip Aliando dan sok jahat, playboy dan selalu memacari kakak kelasnya. 
           Tentang Adik yang penurut, polos dan percaya pada apapun yang saya katakan. Tentang adik yang akan menjaga kakaknya dari laki-laki tak berhidung. 
Tentang Akbar, adikku seseorang yang selalu bisa aku andalkan.